Pidato Bung Tomo

Arief | Nov 19, 2008

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Bung Tomo

Bung Tomo

Beberapa hari yang lalu, saya diajak oleh Agung untukmendengarkan rekaman pidato Bung Tomo yang berhasil membangkitkan semangat rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan yang terancam saat itu oleh Belanda. Dengan pidato beliau yang tegas dapat memacu siapa pun yang mendengarnya ketika itu untuk berjuang bersama membela kemerdekaan Indonesia dengan pekikan takbir.

Ketika mendengar pidato beliau, saya merinding membayangkan suasana yang terjadi ketika itu. Pertempuran pesawat tempur melawan bambu runcing, serta penyobekan bendera Belanda yang berkibar di atas Hotel Yamato, Surabaya benar-benar menjadi peristiwa yang heroik.

Berikut ini saya sertakan rekaman pidato beliau yang sangat heroik itu.

5 Comments so far
  1. kamal November 19, 2008 5:20 am

    emang bner2 bikin merinding nih pidato ya..

  2. Faruk November 19, 2008 10:28 am

    Nih rif,,,

    ane tambahin, bagi para pembaca blog ente yang miskin bandwidth, cukup dengan membaca pidatonya saja dan membayangkan suasanya nya :)

    Bung Tomo Said :

    Bismillahirrahmanirrahim…
    Merdeka!!!

    Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
    teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
    Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
    Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

    Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
    Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

    Saoedara-saoedara,
    didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
    ra’jat Indonesia di Soerabaja
    pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
    pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
    pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
    pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
    pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
    pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

    didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
    telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
    telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

    Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
    Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
    Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

    Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
    Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
    ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
    Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
    ini djawaban ra’jat Soerabaja
    ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

    Hai tentara Inggris!,
    kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
    menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
    kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

    Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
    Tetapi inilah djawaban kita:
    Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
    maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

    Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
    siaplah keadaan genting
    tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
    baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

    Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
    Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
    Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

    Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
    pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
    sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
    pertjajalah saoedara-saoedara,
    Toehan akan melindungi kita sekalian

    Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
    MERDEKA!!!

  3. Arief November 19, 2008 11:53 am

    @ kamal : tuh kan merinding :P

    @ faruk : makasih ruk,,, tadinya ane mau nyantumin teksnya juga, tapi blom nemu :)

  4. agungfirmansyah November 22, 2008 2:36 pm

    Tes…., bisa masuk apa ga.

  5. Arief November 24, 2008 4:33 am

    udah bisa bos

Komentar

Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

© 2007 M Arief Furqon, - WordPress Themes by DBT