<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>M Arief Furqon &#187; RPL</title>
	<atom:link href="http://arieffurqon.com/category/materi-kuliah/rpl/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arieffurqon.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 10:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Extreme Programming vs Scrum</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/extreme-programming-vs-scrum/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/extreme-programming-vs-scrum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[Extreme]]></category>
		<category><![CDATA[Extreme Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Scrum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa perbedaan antara Exterme Programming dengan Scrum:
Exterme Programming :

 Proses perencanaan berdasarkan pada user stories
 Konstruksi perangkat lunak dilakukan dengan proses pemrograman berpasangan (pair programming). Hal ini ditujukan untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada proses konstruksi.

Scrum :

 Penyelesaian requarement dilakukan dengan membagi-bagi menjadi hal-hal kecil (sprint). Pekerjaan ini dikerjakan bersama-sama dengan ada orang yang bertugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa perbedaan antara <em>Exterme Programming </em>dengan <em>Scrum</em>:</p>
<p><em>Exterme Programming</em> :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Proses perencanaan berdasarkan pada <em>user stories</em></li>
<li> Konstruksi perangkat lunak dilakukan dengan proses pemrograman berpasangan (<em>pair programming</em>). Hal ini ditujukan untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada proses konstruksi.</li>
</ul>
<p><em>Scrum</em> :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Penyelesaian <em>requarement</em> dilakukan dengan membagi-bagi menjadi hal-hal kecil (<em>sprint</em>). Pekerjaan ini dikerjakan bersama-sama dengan ada orang yang bertugas untuk memecah pekerjaan besar menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil.</li>
<li> Pertemuan singkat tiap hari untuk melaporkan perkembangan yang terjadi.</li>
</ul>
<p>Sumber :  <em>Handout Chapter </em>4, <em>slide</em> 5 &#8211; 7, 12 &#8211; 13</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/extreme-programming-vs-scrum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prescriptive Process Model vs Agile Development</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/prescriptive-process-model-vs-agile-development/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/prescriptive-process-model-vs-agile-development/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[Agile Development]]></category>
		<category><![CDATA[Prescriptive]]></category>
		<category><![CDATA[Prescriptive Process Model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan antara prescriptive process model dengan agile development adalah:

 Prescriptive process model mendefinisikan aturan-aturan yang jelas tentang kegiatan, tugas, kejadian penting, dan hasil kerja yang diperlukan untuk mengembangkan perangkat lunak berkualitas tinggi. Hal ini menjamin stabilitas, kontrol, dan pengorganisasian pengembangan perangkat lunak.
 Agile development dilakukan dengan mengutamakan proses komunikasi, interaksi dengan proses dan peralatan, pendokumentasian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perbedaan antara <em>prescriptive process model</em> dengan <em>agile development</em> adalah:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <em>Prescriptive process model</em> mendefinisikan aturan-aturan yang jelas tentang kegiatan, tugas, kejadian penting, dan hasil kerja yang diperlukan untuk mengembangkan perangkat lunak berkualitas tinggi. Hal ini menjamin stabilitas, kontrol, dan pengorganisasian pengembangan perangkat lunak.</li>
<li> <em>Agile development</em> dilakukan dengan mengutamakan proses komunikasi, interaksi dengan proses dan peralatan, pendokumentasian yang meyeluruh, kolaborasi dengan pengguna sesuai kontrak yang disepakati, serta menganggapi perubahan yang terjadi.</li>
</ul>
<p>Sumber :  <em>Handout Chapter </em>3, <em>slide</em> 2</p>
<p><em>Handout Chapter </em>4, <em>slide</em> 2</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/prescriptive-process-model-vs-agile-development/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unified Process Model</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/unified-process-model/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/unified-process-model/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>
		<category><![CDATA[process]]></category>
		<category><![CDATA[Unified Process Model]]></category>
		<category><![CDATA[UPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Lima fase dari Unified Process Model.
Fase 1 : Permulaan (inception)
Fase ini meliputi komunikasi dengan customer dan perencanaan aktivitas-aktivitas selanjutnya pada proses pengerjaan proyek perangkat lunak.
Fase 2 : Pengembangan (elaboration)
Fase ini meliputi komunikasi dan aktivitas pemodelan.
Fase 3 : Konstruksi (construction)
Fase ini meliputi semua hal yang dilakukan untuk membangun sebuah perangkat lunak.
Fase 4 : Transisi (transition)
Fase ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lima fase dari <em>Unified Process Model</em>.</p>
<p>Fase 1 : Permulaan (<em>inception</em>)</p>
<p style="padding-left: 60px;">Fase ini meliputi komunikasi dengan <em>customer</em> dan perencanaan aktivitas-aktivitas selanjutnya pada proses pengerjaan proyek perangkat lunak.</p>
<p>Fase 2 : Pengembangan (<em>elaboration</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Fase ini meliputi komunikasi dan aktivitas pemodelan.</p>
<p><span id="more-143"></span>Fase 3 : Konstruksi (<em>construction</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Fase ini meliputi semua hal yang dilakukan untuk membangun sebuah perangkat lunak.</p>
<p>Fase 4 : Transisi (<em>transition</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Fase ini meliputi langkah-langkah konstruksi secara umum dan bagian awal dari aktivitas peluncuran secara umum.</p>
<p>Level 5 : Produksi (<em>production</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Fase ini bersamaan dengan aktivitas peluncuran (<em>deployment</em>) dari semua proses secara umum.</p>
<p>Sumber :  <em>Handout Chapter </em>3, <em>slide</em> 24</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/unified-process-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Incremental Model vs Spiral Model</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/rpl-incremental-model-vs-spiral-model/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/rpl-incremental-model-vs-spiral-model/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[incremental]]></category>
		<category><![CDATA[incremental model]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>
		<category><![CDATA[spiral]]></category>
		<category><![CDATA[spiral model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan antara The Incremental Model dengan Spiral Model antara lain:

 Pada Incremental Model, proses perancangan dilakukan berurutan dari proses analisis hingga pengetesan pada setiap penambahan hal-hal baru. Pada Spiral Model, proses penambahan dilakukan dengan menggunakan prototype yang terkontrol dan sistematik.

Pada Incremental Model, proses penambahan dilakukan dengan bertahap secara terencana. Pada Spiral Model, penambahab memperhatikan analisis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perbedaan antara <em>The Incremental Model </em>dengan <em>Spiral Model</em> antara lain:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Pada <em>Incremental Model</em>, proses perancangan dilakukan berurutan dari proses analisis hingga pengetesan pada setiap penambahan hal-hal baru. Pada <em>Spiral Model</em>, proses penambahan dilakukan dengan menggunakan <em>prototype</em> yang terkontrol dan sistematik.</li>
</ul>
<p>Pada <em>Incremental </em>Model, proses penambahan dilakukan dengan bertahap secara terencana. Pada <em>Spiral Model</em>, penambahab memperhatikan analisis risiko terhadap tahap-tahap yang telah dilalui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/rpl-incremental-model-vs-spiral-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Capability Maturity Model Integration (CMMI)</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/capability-maturity-model-integration-cmmi/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/capability-maturity-model-integration-cmmi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[Capability]]></category>
		<category><![CDATA[CMMI]]></category>
		<category><![CDATA[Integration]]></category>
		<category><![CDATA[Level 0]]></category>
		<category><![CDATA[Level 1]]></category>
		<category><![CDATA[Level 2]]></category>
		<category><![CDATA[Level 3]]></category>
		<category><![CDATA[Level 4]]></category>
		<category><![CDATA[Level 5]]></category>
		<category><![CDATA[Matury]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Enam tingkatan Capability Maturity Model Integration (CMMI)
Level 0 : Belum lengkap (incomplete)
Pada level ini, belum dilakukan proses apapun atau belum mencapai semua tujuan dan sasaran yang telah didefinisikan CMMI untuk kapabilitas level 1.
Level 1 : Pelaksanaan (performed)
Pada level ini, semua tujuan dari proses telah terpenuhi. Aktivitas kerja untuk memproduksi hasil yang telah didefinisikan.
Level 2 : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enam tingkatan <em>Capability Maturity Model Integration </em>(CMMI)</p>
<p>Level 0 : Belum lengkap<em> (incomplete)</em></p>
<p style="padding-left: 30px;">Pada level ini, belum dilakukan proses apapun atau belum mencapai semua tujuan dan sasaran yang telah didefinisikan CMMI untuk kapabilitas level 1.</p>
<p>Level 1 : Pelaksanaan (<em>performed</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Pada level ini, semua tujuan dari proses telah terpenuhi. Aktivitas kerja untuk memproduksi hasil yang telah didefinisikan.</p>
<p>Level 2 : Termanajemen<em> (managed)</em></p>
<p style="padding-left: 30px;">Semua kreteria level satu telah terpenuhi. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan dengan proses-proses yang terjadi saling menyesuaikan diri agar dapat diambil kebijakan. Setiap orang yang berada pada proses ini dapat mengakses sumberdaya yang cukup untuk mengerjakan tugas masing-masing. Setiap orang terlibat aktif pada proses yang membutuhkan. Setiap aktivitas dan hasil pekerjaan berupa &#8220;memonitor, mengontrol, meninjau, serta mengevaluasi untuk menjaga kekonsistenan pada deskripsi yang telah diberikan&#8221;.</p>
<p><span id="more-138"></span>Level 3 : Penyesuaian terdefinisi (<em>defined</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Semua kreteria dari level 2 telah terpenuhi. Pada proses ini, terjadi penyesuaian dari kumpulan proses standar sebuah organisasi menurut pedoman-pedoman pada organisasi tersebut, menyokong hasil kerja, mengukur, dan proses menambah informasi lain menjadi milik organisasi.</p>
<p>Level 4 : Termanajemen secara kuantitas (<em>Quantitatively ma</em><em>naged</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Semua kreteria level 3 terpenuhi. Proses yang terjadi dapat terkontrol dan ditambah menggunakan ukuran-ukuran dan taksiran kuantitatif. Sasaran kuantitatif untuk kualitas dan kinerja proses ditetapkan dam digunakan sebagai kreteria dalam manajemen proses.</p>
<p>Level 5 : Pengoptimalan (<em>Optimizing</em>)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Peningkatan proses secara berkelanjutan dilakukan dengan umpan balik yang bersifat kuantitatif dari proses dan pengetesan ide-ide inovatif.</p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li>Roger S. Pressman, edisi 6, halaman 59 &#8211; 60</li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Capability_Maturity_Model">http://en.wikipedia.org/wiki/Capability_Maturity_Model</a> diakses tanggal 22 September 2008</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/capability-maturity-model-integration-cmmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Process Framework</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2008/09/process-framework/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2008/09/process-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPL]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[process]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Process framework dibangun dengan mendefinisikan berbagai aktivitas kerja yang dapat diaplikasikan pada seluruh proyek perangkat lunak tanpa memperhatikan ukuran maupun kompleksitasnya. Process framework terdiri dari framework activities dan umbrella activities. Framework activities memperhatikan aktivitas kerja, hasil kerja, kegiatan-kegiatan penting, serta pengecekan kualitas. Proses ini terdiri dari proses komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan peluncuran.
Umbrella activities terdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Process framework</em> dibangun dengan mendefinisikan berbagai aktivitas kerja yang dapat diaplikasikan pada seluruh proyek perangkat lunak tanpa memperhatikan ukuran maupun kompleksitasnya. <em>Process framework</em> terdiri dari <em>framework activities</em> dan <em>umbrella activities</em>. <em>Framework activities</em> memperhatikan aktivitas kerja, hasil kerja, kegiatan-kegiatan penting, serta pengecekan kualitas. Proses ini terdiri dari proses komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan peluncuran.</p>
<p><span id="more-134"></span><em>Umbrella activities</em> terdiri dari manajemen proyek perangkat lunak, tinjauan formal teknis, penjaminan kualitas perangkat lunak, manajemen konfigurasi perangkat lunak, persiapan hasil kerja dan produksi, manajemen penggunaan kembali (<em>reusability</em>), ukuran, serta manajemen risiko.</p>
<p>Sumber :  Roger S. Pressman, edisi 5, halaman 23 &#8211; 24</p>
<p><em>Handout</em> <em>Chapter</em> 2, <em>slide</em> 3-5</p>
<p><a href="http://blog.its.ac.id/dyah03tc/2007/10/25/common-process-framework/">http://blog.its.ac.id/dyah03tc/2007/10/25/common-process-framework/</a> diakses tanggal 22 September 2008.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2008/09/process-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
