<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>M Arief Furqon</title>
	<atom:link href="http://arieffurqon.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arieffurqon.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 10:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masuk UI, Siapa Takut ?</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2010/01/masuk-ui-siapa-takut/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2010/01/masuk-ui-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 10:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[BOPB]]></category>
		<category><![CDATA[masuk]]></category>
		<category><![CDATA[masuk UI]]></category>
		<category><![CDATA[masuk ui siapa takut]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[siapa takut]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah tulisan yang saya ambil dari notes Facebook teman saya, Big Zaman, Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fasilkom UI 2010. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi calon mahasiswa baru untuk tetap memilih UI sebagai pilihan mereka.
Sekitar dua setengah tahun yang lalu, seorang anak lulusan SMA ternama di sebuah kota memberanikan dirinya pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah tulisan yang saya ambil dari notes Facebook teman saya, Big Zaman, Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fasilkom UI 2010. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi calon mahasiswa baru untuk tetap memilih UI sebagai pilihan mereka.</p>
<blockquote><p>Sekitar dua setengah tahun yang lalu, seorang anak lulusan SMA ternama di sebuah kota memberanikan dirinya pergi ke sebuah kota besar yang sama sekali belum pernah dijamahnya, dimana ia tidak punya kerabat disana. Hanya karena suatu alasan, karena namanya dinyatakan lulus ujian seleksi perguruan tinggi oleh sebuah media massa terkenal di kotanya. Ya, berbekal uang seratus ribu rupiah saja, pemberian ibunya, dan seratus ribu lagi yang diberikan oleh teman-temannya di SMA yang mengantar keberangkatannya, ia pun berangkat menuju ibukota, Jakarta. Entah kenapa, ia punya keyakinan kuat dapat bertahan hidup disana, walaupun ia yakin ia tidak akan pernah mendapat kiriman sepeserpun setiap bulan dari rumah, karena ia hanya seorang anak yatim dan tidak mau membebani ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Dengan suatu keyakinan terhadap apa yang pernah didengarnya dari salah seorang seniornya, <strong>“UI adalah universitas dengan seleksi  intelektual bukan seleksi finansial..”</strong> Dan luarbiasa, dengan kesungguhan itu, ia dapat melenggang ke UI dengan uang semester dan uang pangkal nol rupiah, mendapatkan beasiswa, dan beberapa pekerjaan yang dapat menopang hidupnya hingga sekarang. Sekarang, ia pun kembali berjuang keras bersama rekan-rekan yang memiliki kepedulian yang sama untuk membantu adik-adik mahasiswa baru yang senasib dengan dirinya dahulu.</p>
<p><span id="more-288"></span>Itulah salah satu kisah nyata seorang anak yang memiliki tekad untuk mengubah hidupnya, bertaruh untuk mengubah nasib keluarganya. Ya, kisah – kisah seperti ini bukanlah salah satu atau salah dua saja di UI namun banyak ! Mulai dari yang bapaknya petani, tukang jahit, sopir, atau yatim piatu sekalipun. Kisah-kisah ini adalah suatu pembuktian bahwa menuntut ilmu di perguruan tinggi bukanlah mimpi bagi mahasiswa yang tidak berada ! Karena semua hanya berawal dari sebuah tekad dan konsistensi untuk terus berjuang hingga kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan.</p>
<p>Untuk menjadi mahasiswa UI, tantangan yang harus dilewati tidak hanya sampai di fase ujian seleksinya saja, suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu dengan ujian berikutnya, sebuah makhluk yang bernama BOP-B.</p>
<p>Banyak cerita simpang siur memang akan sistem pembayaran ini, dimana mahasiswa akan selalu membayar 5 juta untuk rumpun sosial dan 7,5 juta untuk rumpun IPA. Dan tidak hanya sampai disitu karena ada bonus hadiah bernama uang pangkal dengan total hingga 25 juta rupiah ! (Uda kayak kuis aja) Kalau begitu apa bedanya UI dengan universitas swasta yang lain ?</p>
<p>Terlepas dari segala macam perdebatannya, harus diakui Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan atau BOP-B memiliki niatan yang mulia untuk mencapai keseimbangan anggaran pendidikan dengan kondisi ekonomi di negara kita yang tidak ideal. BOP-B merupakan transformasi dari sebuah sistem yang sering kita dengar, sistem subsidi silang, dimana mahasiswa yang berada memberikan sebagian rezekinya kepada mahasiswa yang membutuhkannya dengan kompensasi jumlah nominal BOP-B yang lebih besar. Nominal ini ditentukan oleh sebuah matriks dengan variabel fakta yang kuantitatif seperti slip gaji orang tua, rekening listrik, bukti pajak, dan sebagainya, yang diharapkan dapat mendekati definisi adil untuk setiap mahasiswa.</p>
<p>Sampai disitu saja ? Tentu saja tidak, karena banyak fakta kualitatif yang harus dipertimbangkan untuk lebih precise dan mantab lagi bahwa inilah nominal yang adil untuk mahasiswa. Oleh karena itu setiap mahasiswa berhak menjelaskan fakta-fakta lain melalui proses keberatan, diskusi dengan bagian kemahasiswaan, dan sebagainya. Nominal yang dihasilkan matriks dan proses penjelasan data kualitatif menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat di mata mahasiswa dan di pihak universitas. Sebuah proses penentuan yang tentunya tidak bisa kita temui di beberapa univeritas ternama lain yang sudah barang tentu harus didukung dan dikawal ketat pelaksanaannya dengan bersama-sama.</p>
<p>Ya, tidak terasa kurang lebih seminggu lagi sejak tulisan ini ditulis, yakni tanggal 29 Januari, adik-adik kita dari PPKB akan mulai merasakan ujian bernama BOPB ini dan tentunya semua yang akan masuk UI baik melalui jalur SIMAK, UMB, maupun SNMPTN. Pada akhirnya, saya ingin mengatakan,</p>
<p><strong>“Jangan takut masuk UI !”</strong></p>
<p>Mengapa ? Satu, karena takut hanya boleh kepada Allah, tidak boleh kepada yang lain. <img src='http://arieffurqon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kedua, karena tidak ada yang perlu ditakutkan. Yakinlah, dengan niat yang baik dan usaha yang baik pasti akan menghasilkan hasil yang baik pula !</p>
<p>Untuk teman-teman yang berada, bersiaplah menjadi malaikat penolong bagi calon teman-teman anda nanti, janji akan pahala dan surga-Nya terbentang jelas dihadapan anda dan keluarga. Orang kaya pun bukan berarti tidak berhak mendapatkan biaya yang murah, bila anda sudah masuk UI, kalian akan melihat sendiri betapa berserakannya yang bernama beasiswa karena begitu banyaknya, maka buktikanlah anda bisa mendapatkannya !</p>
<p>Untuk teman-teman yang kurang berada, siapkanlah tekad anda yang membaja dan menjulang tinggi ! Bersyukurlah dengan keadaan ini karena ini akan menjadi pembeda antara anda dan teman-teman lainnya. Kalau anak orang kaya, sukses itu mah biasa tapi seorang yang biasa saja, tidak bermodal apa-apa, hanya tekad dan Allah di hatinya, itu baru mantap ! <img src='http://arieffurqon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Al Ikhwanul Muslimin berkata, “..bahwa yang memisahkan diri kita dengan kesuksesan adalah keputusasaan.” Maka, janganlah menjadi bagian dari kumpulan orang yang berputus asa dan yakinlah Allah telah mempersiaplan skenario yang paling indah untuk hidup kita..<br />
See U at UI next semester My Brother and Sister! <img src='http://arieffurqon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Big Zaman<br />
Fakultas Ilmu Komputer 2007<br />
Departemen Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fasilkom 2010</p>
<p>Teruntuk :<br />
adik-adikku yang masih bimbang dan takut untuk masuk UI, tolong sebarkanlah ke adik-adik dan teman-teman kita sebanyak-banyaknya. Demi UI yang lebih baik !</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2010/01/masuk-ui-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Shortcut pada Microsoft Word</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2009/08/beberapa-shortcut-pada-microsoft-word/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2009/08/beberapa-shortcut-pada-microsoft-word/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft word]]></category>
		<category><![CDATA[shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[shortcut microsoft word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Berikut ini saya berikan beberapa shortcut pada Microsoft Word.
ctrl + a &#8211;&#62; select all
ctrl + b &#8211;&#62; bold
ctrl + c &#8211;&#62; copy
ctrl + d &#8211;&#62; edit font
ctrl + e &#8211;&#62; rata tengah
ctrl + f &#8211;&#62; find
ctrl + g &#8211;&#62; go to
ctrl + h &#8211;&#62; replace
ctrl + i &#8211;&#62; italic
ctrl + j &#8211;&#62; rata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatih.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim.</p>
<p>Berikut ini saya berikan beberapa <em>shortcut</em> pada Microsoft Word.<span id="more-285"></span></p>
<p><strong>ctrl</strong> + <strong>a</strong> &#8211;&gt; <strong>select all</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>b</strong> &#8211;&gt; <strong>bold</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>c</strong> &#8211;&gt; <strong>copy</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>d</strong> &#8211;&gt; <strong>edit font</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>e</strong> &#8211;&gt; <strong>rata tengah</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>f</strong> &#8211;&gt; <strong>find</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>g</strong> &#8211;&gt; <strong>go to</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>h</strong> &#8211;&gt; <strong>replace</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>i</strong> &#8211;&gt; <strong>italic</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>j</strong> &#8211;&gt; <strong>rata kiri kanan</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>k</strong> &#8211;&gt; <strong>insert hyperlink</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>l</strong> &#8211;&gt; <strong>rata kiri</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>m</strong> &#8211;&gt; <strong>mengatur indent kiri</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>n</strong> &#8211;&gt; <strong>membuat dokumen baru</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>o</strong> &#8211;&gt; <strong>membuka dokumen yang telah ada</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>p</strong> &#8211;&gt; <strong>print</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>q</strong> &#8211;&gt; <strong>membersihkan format paragraf</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>r</strong> &#8211;&gt; <strong>right</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>s</strong> &#8211;&gt; <strong>save</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>t</strong> &#8211;&gt; <strong>mengatur hanging indent kiri</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>u</strong> &#8211;&gt; <strong>underline</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>v</strong> &#8211;&gt; <strong>paste</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>w</strong> &#8211;&gt; <strong>close window</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>x</strong> &#8211;&gt; <strong>cut</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>y</strong> &#8211;&gt; <strong>redo</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>z</strong> &#8211;&gt; <strong>undo</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>]</strong> &#8211;&gt; <strong>perbesar font size</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>[</strong> &#8211;&gt; <strong>perkecil font size</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>=</strong> &#8211;&gt; <strong>subscript</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>+</strong> &#8211;&gt; <strong>superscript</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>scroll ke atas</strong> &#8211;&gt; <strong>Zoom In</strong><br />
<strong>ctrl</strong> + <strong>scroll ke bawah</strong> &#8211;&gt; <strong>Zoom Out</strong></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2009/08/beberapa-shortcut-pada-microsoft-word/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang dan Tantangan Pemanfaatan Internet dalam Proses Pembelajaran</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2009/04/peluang-dan-tantangan-pemanfaatan-internet-dalam-proses-pembelajaran/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2009/04/peluang-dan-tantangan-pemanfaatan-internet-dalam-proses-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 07:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[PBK]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan Internet berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Dicky Moechtar, Direktur Marketing First Media, jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi meskipun persentasenya masih kecil. Internet World Stats memberikan peringkat lima pada Indonesia dengan 25 juta pengguna dalam kategori jumlah pengguna Internet di Asia setelah China pada peringkat pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan Internet berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Dicky Moechtar, Direktur Marketing First Media, jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi meskipun persentasenya masih kecil. Internet World Stats memberikan peringkat lima pada Indonesia dengan 25 juta pengguna dalam kategori jumlah pengguna Internet di Asia setelah China pada peringkat pertama dengan 298 juta pengguna, Jepang pada peringkat kedua dengan 94 juta pengguna, India pada peringkat ketiga dengan 81 juta pengguna, serta Korea Selatan dengan 36,8 juta pengguna. Tingkat pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia pun cukup tinggi, yaitu sebesar 1150% pada tahun 2000 hingga 2008.</p>
<p><span id="more-280"></span>Berdasarkan fakta tersebut, kita mengetahui bahwa pengguna Internet di Indonesia tidaklah sedikit. Pengguna Internet tersebut mayoritas adalah remaja yang berusia lima belas hingga sembilan belas tahun. Usia tersebut adalah rentang usia pelajar SMA.<br />
Penggunaan Internet tersebut memiliki dapat memberikan dampak positif serta negatif kepada penggunanya. Bagi remaja, sebagai mayoritas pengguna, Internet dapat memberikan dampak positif berupa pemberian sumber informasi bermanfaat yang dapat membantu mengembangkan dirinya. Dampak negatifnya antara lain adalah rusaknya moral akibat situs-situs yang hanya memenuhi kebutuhan hawa nafsu penggunanya, seperti situs yang berisikan pornografi, kekerasan, permainan, dan lain-lain.</p>
<p>Penggunaan Internet sebagai sarana belajar dapat menjadikan salah satu cara untuk meningkatkan dampak positif penggunaan Internet. Hal ini tentu saja membutuhkan peran serta para pendidik dalam pengelolaannya agar penggunaannya dapat terarah dengan baik serta sesuai dengan proses pembelajaran.</p>
<p>Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan Internet sebagai media pembelajaran. Pertama, Internet hanya dijadikan sebagai sumber referensi materi pelajaran. Melalui metode ini, peserta didik bisa mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan. Dengan demikian, peserta yang didik akan mendapatkan berbagai wacana dari Internet sebelum pengajar menyampaikan materi tersebut.</p>
<p>Metode kedua adalah dengan memanfaatkan blog yang dikelola oleh pengajar. Blog tersebut dapat berisikan wacana-wacana yang diberikan oleh pengajar serta kemudian dikomenteri oleh peserta didik. Dengan demikian, peserta didik harus aktif menanggapi isu-isu yang dilontarkan oleh pengajar di blog tersebut.</p>
<p>Metode ketiga adalah tiap peserta didik dan pengajar mengelola blog masing-masing. Blog pengajar dapat berisikan penugasan-penugasan yang diberikan kepada peserta didik. Peserta didik mengelola blog yang berisikan jawaban dari penugasan-penugasan yang diberikan oleh pengajar. Kemudian, para peserta didik mengomentari tugas yang dibuat oleh peserta lain.</p>
<p>Metode keempat adalah dengan menggunakan sarana jejaring sosial yang berkembang pesat saat ini, seperti Friendster dan Facebook. Sarana jejaring sosial ini digunakan dalam proses belajar karena tidak sedikit remaja yang aktif menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman-teman atau komunitasnya. Pemanfaatan sarana jejaring sosial ini dalam proses pembelajaran pun cukup mudah. Pengguna dapat melakukannya hanya dengan menuliskan tulisan-tulisan ilmiahnya pada fitur yang telah disediakan, contohnya Notes pada Facebook. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah hal yang menjadi titik tekan pada sarana jejaring sosial ini bukanlah sebagai sarana edukasi tetapi sebagai sarana untuk membangun komunitas pertemanan atau jejaring sosial. Jadi, tentu saja porsi membangun komunitas lebih besar daripada sisi edukasinya,</p>
<p>Metode kelima adalah dengan menggunakan Learning Management System (LMS). Saat ini telah banyak LMS yang populer. Salah satu dari LMS yang populer saat ini adalah Moodle. Dengan penggunaan LMS tersebut, pengelolaan proses pembelajaran akan lebih terjaga dibandingkan dengan empat metode sebelumnya. Hal tersebut karena LMS telah dirancang khusus untuk proses pembelajaran sedangkan yang lain tidak.<br />
Di sisi lain, penggunaan Internet dalam pembelajaran masih memiliki kendala. Setidaknya ada dua kendala yang terjadi saat ini. Pertama, sarana Internet di Indonesia masih terpusat di kota-kota besar saja. Belum mampu menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Kualitas sarana juga masih banyak yang belum baik. Hal ini dapat diatasi dengan penyediaan sarana yang memadai di seluruh Indonesia.<br />
Kedua, tingkat pemahaman pengajar sebagai fasilitator terhadap IT masih berbeda-beda. Ada orang yang dapat dengan cepat beradaptasi dengan teknologi baru. Namun, ada pula yang tidak. Bahkan sering pula terjadi pemahaman pengajar tidak lebih baik daripada peserta didik terhadap perkembangan IT.</p>
<p>tulisan ini juga dimuat di blog <a href="http://staff.blog.ui.edu/harrybs/2009/04/21/peluang-dan-tantangan-pemanfaatan-internet-dalam-proses-pembelajaran/">Pak Harry B. Santoso</a>, dosen Fasilkom UI sebagai tugas Pembelajaran Berbantuan Komputer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2009/04/peluang-dan-tantangan-pemanfaatan-internet-dalam-proses-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Jawaban SIMAK UI Versi BKB Nurul Fikri</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2009/03/kunci-jawaban-simak-ui-versi-bkb-nurul-fikri/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2009/03/kunci-jawaban-simak-ui-versi-bkb-nurul-fikri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[NF]]></category>
		<category><![CDATA[Nurul Fikri]]></category>
		<category><![CDATA[SIMAK UI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Kunci Jawaban SIMAK UI versi BKB Nurul Fikri dapat dilihat di http://nf-kunciujianmasuk.blogspot.com/.
Selamat menunggu pengumuman SIMAK UI.
Wassalam
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Kunci Jawaban SIMAK UI versi BKB Nurul Fikri dapat dilihat di <a href="http://nf-kunciujianmasuk.blogspot.com/" target="_blank">http://nf-kunciujianmasuk.blogspot.com/</a>.</p>
<p>Selamat menunggu pengumuman SIMAK UI.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2009/03/kunci-jawaban-simak-ui-versi-bkb-nurul-fikri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Valentine</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2009/02/sejarah-valentine/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2009/02/sejarah-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 09:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Berikut ini adalah sejarah valentine yang saya dapatkan dari sebuah milis. Selamat membaca tulisan berikut ini.
Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku &#8216;Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?&#8221; (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Berikut ini adalah sejarah valentine yang saya dapatkan dari sebuah milis. Selamat membaca tulisan berikut ini.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku &#8216;Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?&#8221; (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.<span id="more-273"></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine&#8217;s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah<br />
disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini<br />
sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun, ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya &#8220;St. Valentine&#8221; termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda<br />
bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.</p>
<p><strong>Tradisi Kirim Kartu</strong></p>
<p>Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan<br />
langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan<br />
musim kawin burung-burung dalam puisinya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Lantas, bagaimana dengan ucapan &#8220;Be My Valentine?&#8221; yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata &#8220;Valentine&#8221; berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: &#8220;Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa&#8221;. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi &#8220;To be my Valentine?&#8221;, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi &#8220;Sang Maha Kuasa&#8221; dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod &#8220;the hunter&#8221; dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!</p>
<p style="padding-left: 30px;">Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di<br />
dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis<br />
dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni:<br />
seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk<br />
menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda<br />
zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.</p>
<p><strong>Kepentingan Bisnis</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.</p>
<p><strong>Pesta Kemaksiatan</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.</p>
<p>Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan &#8220;Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary&#8221; kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika<br />
mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat &#8216;dating&#8217; yang<br />
sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Ikut Mengakui Yesus sebagai Tuhan</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. &#8220;Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, &#8221; demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?</p>
<p style="padding-left: 30px;">Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui &#8220;Yesus sebagai Anak Tuhan&#8221; dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa &#8220;Yesus sebagai Anak Tuhan&#8221; dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!</p>
<p style="padding-left: 30px;">&#8220;Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, &#8221;<br />
Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, &#8220;Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, &#8220;Selamat hari raya!&#8221; dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. &#8220;</p>
<p style="padding-left: 30px;">Allah SWT sendiri di dalam Qur&#8217;an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat<br />
Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, &#8220;Hai<br />
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&#8221;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2009/02/sejarah-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Security Attack</title>
		<link>http://arieffurqon.com/2009/02/security-attack/</link>
		<comments>http://arieffurqon.com/2009/02/security-attack/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 11:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[CIS]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<category><![CDATA[security attack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arieffurqon.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Serangan terhadap proses penyampaian informasi (security attack) dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu serangan pasif (passive attack) dan serangan aktif (active attack). Serangan pasif bertujuan untuk memantau dan mengetahui data yang sedang ditransfer. Serangan aktif bertujuan untuk memodifikasi data yang sedang ditransfer atau mengirimkan data palsu.
Serangan Pasif (Passive Attack)
Ada beberapa jenis serangan pasif, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 403px"><img title="Security Attack" src="http://mgmpkimia.files.wordpress.com/2008/04/internet-marketing.jpg" alt="sumber gambar : http://mgmpkimia.files.wordpress.com/" width="393" height="299" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : http://mgmpkimia.wordpress.com/</p></div>
<p>Serangan terhadap proses penyampaian informasi (<em>security attack</em>) dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu serangan pasif (passive attack) dan serangan aktif (<em>active attack</em>). Serangan pasif bertujuan untuk memantau dan mengetahui data yang sedang ditransfer. Serangan aktif bertujuan untuk memodifikasi data yang sedang ditransfer atau mengirimkan data palsu.</p>
<p><strong><span id="more-259"></span>Serangan Pasif (<em>Passive Attack</em>)</strong></p>
<p>Ada beberapa jenis serangan pasif, yaitu:</p>
<ul>
<li>Mengetahui isi pesan
<div id="attachment_261" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-261" title="mengetahui isi data" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/pasif1.jpg" alt="sumber gambar : slide 1 kuliah CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide 1 kuliah CIS</p></div>
<p>Serangan pasif jenis ini &#8216;hanya&#8217; bertujuan untuk mengetahui isi dari data yang sedang ditransfer.</li>
<li>Mengamati pola
<div id="attachment_262" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-262" title="Analisis Pola" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/pasif2.jpg" alt="sumber gambar : slide 1 kuliah CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide 1 kuliah CIS</p></div>
<p>Serangan pasif jenis ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui isi dari data yang sedang ditransfer melainkan juga untuk mengetahui pola pengiriman data.</li>
</ul>
<p><strong>Serangan Aktif (<em>Active Attack</em>)<em><br />
</em></strong></p>
<p>Ada beberapa jenis serangan aktif, yaitu:</p>
<ul>
<li>Penyamaran
<div id="attachment_263" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-263" title="Penyamaran" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/aktif1.jpg" alt="sumber gambar : slide kuliah 1 CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide kuliah 1 CIS</p></div>
<p>Penyerangan jenis ini dilakukan dengan cara seseorang melakukan pengiriman pesan dengan menggunakan identitas orang lain. Pada ilustrasi digambarkan bahwa Darth mengirimkan data pada Alice dengan mengaku sebagai Bob. Namun, Bob tidak melakukan apapun.</li>
<li>Pengiriman pesan kembali
<div id="attachment_264" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-264" title="pengiriman kembali" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/aktif2.jpg" alt="sumber gambar : slide 1 kuliah CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide 1 kuliah CIS</p></div>
<p>Penyerangan jenis ini biasanya dilakukan pada bisnis di dunia maya. Misalnya, Bob mengirimkan data pemesanan pembelian sebuah barang kepada Alice. Pesan tersebut disadap oleh Darth. Kemudian, Darth mengirimkan pesan tersebut kepada Alice. Hal ini menyebabkan Alice mendapat dua <em>script</em> pemesanan. Untuk kasus yang lebih parah lagi, Darth dapat mengubah isi pesan yang akan ia kirimkan kepada Alice, misalnya alamat pengiriman barang. Sehingga Alice menganggap bahwa Bob membeli dua buah barang dan barang tersebut akan diantar ke tempat Bob dan Darth.</li>
<li>Memodifikasi pesan
<div id="attachment_265" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-265" title="memodifikasi pesan" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/aktif3.jpg" alt="sumber gambar : slide 1 kuliah CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide 1 kuliah CIS</p></div>
<p>Penyerangan jenis ini memiliki tujuan mengganti pesan yang di kirim. Misalnya, Bob mengirimkan pesan kepada Alice bahwa dia minta di jemput di Stasiun Tebet. Namun, data tersebut diganti oleh Darth supaya Alice menjemput Bob di Stasiun Bogor.</li>
<li><em>Denial of Service </em>(<em>DOS</em>)
<div id="attachment_268" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-268" title="Denial of Service" src="http://arieffurqon.com/wp-content/uploads/2009/02/aktif4.jpg" alt="sumber gambar : slide 1 kuliah CIS" width="400" height="200" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar : slide 1 kuliah CIS</p></div>
<p>Penyerangan jenis ini memiliki tujuan untuk menghambat penggunaan layanan server secara normal. Hal ini dilakukan dengan cara mengirimkan permintaan sebanyak-banyaknya kepada <em>server</em> sehingga <em>server</em> tersebut kelebihan beban dan tidak dapat melayani permintaan lagi.</li>
</ul>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arieffurqon.com/2009/02/security-attack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
