Prescriptive Process Model vs Agile Development
Perbedaan antara prescriptive process model dengan agile development adalah:
- Prescriptive process model mendefinisikan aturan-aturan yang jelas tentang kegiatan, tugas, kejadian penting, dan hasil kerja yang diperlukan untuk mengembangkan perangkat lunak berkualitas tinggi. Hal ini menjamin stabilitas, kontrol, dan pengorganisasian pengembangan perangkat lunak.
- Agile development dilakukan dengan mengutamakan proses komunikasi, interaksi dengan proses dan peralatan, pendokumentasian yang meyeluruh, kolaborasi dengan pengguna sesuai kontrak yang disepakati, serta menganggapi perubahan yang terjadi.
Sumber : Handout Chapter 3, slide 2
Handout Chapter 4, slide 2
Unified Process Model
Lima fase dari Unified Process Model.
Fase 1 : Permulaan (inception)
Fase ini meliputi komunikasi dengan customer dan perencanaan aktivitas-aktivitas selanjutnya pada proses pengerjaan proyek perangkat lunak.
Fase 2 : Pengembangan (elaboration)
Fase ini meliputi komunikasi dan aktivitas pemodelan.
Incremental Model vs Spiral Model
Perbedaan antara The Incremental Model dengan Spiral Model antara lain:
- Pada Incremental Model, proses perancangan dilakukan berurutan dari proses analisis hingga pengetesan pada setiap penambahan hal-hal baru. Pada Spiral Model, proses penambahan dilakukan dengan menggunakan prototype yang terkontrol dan sistematik.
Pada Incremental Model, proses penambahan dilakukan dengan bertahap secara terencana. Pada Spiral Model, penambahab memperhatikan analisis risiko terhadap tahap-tahap yang telah dilalui.
Capability Maturity Model Integration (CMMI)
Enam tingkatan Capability Maturity Model Integration (CMMI)
Level 0 : Belum lengkap (incomplete)
Pada level ini, belum dilakukan proses apapun atau belum mencapai semua tujuan dan sasaran yang telah didefinisikan CMMI untuk kapabilitas level 1.
Level 1 : Pelaksanaan (performed)
Pada level ini, semua tujuan dari proses telah terpenuhi. Aktivitas kerja untuk memproduksi hasil yang telah didefinisikan.
Level 2 : Termanajemen (managed)
Semua kreteria level satu telah terpenuhi. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan dengan proses-proses yang terjadi saling menyesuaikan diri agar dapat diambil kebijakan. Setiap orang yang berada pada proses ini dapat mengakses sumberdaya yang cukup untuk mengerjakan tugas masing-masing. Setiap orang terlibat aktif pada proses yang membutuhkan. Setiap aktivitas dan hasil pekerjaan berupa “memonitor, mengontrol, meninjau, serta mengevaluasi untuk menjaga kekonsistenan pada deskripsi yang telah diberikan”.
Process Framework
Process framework dibangun dengan mendefinisikan berbagai aktivitas kerja yang dapat diaplikasikan pada seluruh proyek perangkat lunak tanpa memperhatikan ukuran maupun kompleksitasnya. Process framework terdiri dari framework activities dan umbrella activities. Framework activities memperhatikan aktivitas kerja, hasil kerja, kegiatan-kegiatan penting, serta pengecekan kualitas. Proses ini terdiri dari proses komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan peluncuran.
Produk Perangkat Lunak
Perbedaan software dengan produk engineering lainnya:
- Software dibuat dengan cara direkayasa agar sesuai dengan deskripsi yang diberikan.
- Software tidak memiliki masa kadaluarsa karena selalu ada proses peng-up date-an terhadap software tersebut. Hal ini menyebabkan software dapat dipakai terus-menerus selama masih sesuai dengan kebutuhan.
- Software memiliki peranan di berbagai hal.
Sumber : Roger S. Pressman, edisi 5, halaman 6 – 9




![Yayasan Al-Irfan [alumni ROHIS SMA Negeri 8 Jakarta] banner situs Yayasan Al-Irfan](http://www.yai8.org/banner2-yai.png)

